Niat Puasa Muharrom Lengkap Keutamaan dan Waktu Puasa Muharrom
Puasa Muharrom merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, khususnya pada bulan pertama dalam kalender Hijriah, yaitu Muharrom. Niat puasa ini bukan hanya sekadar kegiatan menahan lapar dan haus, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Dalam puasa Muharrom, umat Muslim diingatkan untuk merenungkan perjalanan hidup, meningkatkan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Berapa Hari Puasa Muharrom Dilaksanakan?
Puasa Muharrom dapat dilaksanakan sepanjang bulan, namun puncaknya adalah pada hari Asyura, yaitu pada tanggal 10 Muharrom. Selain itu, dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 11 Muharrom sebagai bentuk menyelisihi orang-orang Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura.
Menurut hadits yang disabdakan oleh Rosululloh SAW, puasa yang paling utama setelah Puasa Romadhon adalah puasa di bulan Muharrom
٦١٠ - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ ، : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " أفضل الصيام بَعْدَ رمضان شهر الله الْمُحَرَّمُ ، وأفضلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Rosululloh SAW juga menyebutkan bahwa sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat di malam hari, Oleh karena itu, berdasarkan hadits tersebut, puasa Muharrom dapat dijalankan dengan keutamaannya yang luar biasa.
Ada beberapa jenis puasa sunnah yang dapat dilakukan selama bulan Muharrom, yaitu puasa Tasu'a, Asyura, dan Ayyamul Bidh selama tiga hari berturut-turut, jadi, total puasa sunnah yang dapat dilakukan di bulan Muharrom adalah selama lima hari.
Pelaksanaan puasa sunnah ini memiliki landasan hadits yang dikemukakan oleh Hafshoh binti Umar bin Khottob RA, dalam hadits tersebut, Hafshoh RA menjelaskan bahwa ada empat amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rosululloh SAW, yaitu puasa Asyuro, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rokaat sebelum Subuh.
Puasa Tasu'a dan Asyuro dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Muharrom, Penjelasan ini merujuk pada sabda Rosululloh SAW dalam hadits dari Ibnu Abbas RA yang menyatakan bahwa jika beliau masih hidup hingga tahun depan, beliau akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharrom.
Apa itu Puasa Ayamul Bidh
Sementara itu, puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap bulan selama tiga hari pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriyah.
Rosululloh SAW telah menunjukkan hal ini kepada Abu Dzar RA dengan mengatakan bahwa jika Abu Dzar RA ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.
Bacaan Niat Puasa di Bulan Muharram
Untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharrom, diperlukan niat yang ikhlas. Berikut adalah contoh niat puasa untuk setiap jenis puasa di bulan Muharrom:
Niat Puasa Tasu'a
Nawaitu shouma tasunga sunnatal lillahi tangala.
"Saya niat puasa sunnah Tasu'a, sunnah karena Alloh ta'ala."
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ghodin ngan ada-i sunnati asyuro lillahi tangala.
"Saya niat berpuasa besuk untuk melaksanakan puasa sunnah 'asyuro karena Alloh Ta'ala."
Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharrom
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامَ الْبَيْضِ سُنّةً للهِ تَعَالى
Nawaitu shouma ayyaamal bidh sunnatan lillaahi Tangala.
"Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Alloh ta'ala."
Dengan demikian pengertian puasa Tasua, keutamaan, dan bacaan niat puasa muharrom lengkap arab latin dan artinya. Semoga kita selalu dapat meraih manfaat dari berpuasa sunnah ini di bulan Muharrom.